Sharapova and Azarenka Not Just Moo

Rafael
Nadal mungkin tak akan pernah menyangka. Dua pekan silam dirinya nyaris
gagal ikut Australia Terbuka karena cedera lutut. Kini, justru peluang
juara yang ada di depan mata.

Nadal melaju ke final setelah mengalahkan Roger Federer. Dalam laga yang
digelar di Rod Laver Arena, Kamis (26/1/2012) sore WIB, Nadal menang
lewat pertarungan empat set, 6-7(5), 6-2, 7-6(5), dan 6-4 dalam waktu 3
jam dan 39 menit.

Pertarungan sengit terjadi pada set ketiga. Federer sedikit bangkit di
set ketiga dengan mengejar ketertinggalan dari 4-5 jadi 5-5. Lalu
kemudian Nadal unggul 6-5 sebelum disamakan lagi oleh Federer jadi 6-6.
Nadal akhirnya berbalik unggul 2-1 setelah memenangi tie break dengan
7-5.

Di set penentuan alias set keempat, Nadal berusaha mengakhiri laga lebih
cepat. Tapi perlawanan ketat Federer memaksanya bermain hingga skor
jadi 4-4, sebelum akhirnya sebuah pukulan backhand Federer yang out
membuat Nadal melaju ke final dengan kemenangan 6-4.

“Jika Anda bertanya kepada saya dua pekan lalu, saya tak akan bisa
membayangkannya. Bagi saya, ini seperti mimpi, bisa kembali ke final
Australia Terbuka,” ujarnya di Reuters.

Terakhir kali Nadal menjejakkan kakinya di final Australia Terbuka
adalah pada 2009, di mana akhirnya ia keluar sebagai pemenang. Kali ini,
ia akan menunggu pemenang antara Novak Djokovic dan Andy Murray sebagai
lawan di partai puncak.

Ketika ditanya apakah Federer telah membuatnya mengeluarkan kemampuan
terbaik, Nadal mengelak. Baginya, ia memang selalu berusaha tampil
bagus, terlepas dari siapa pun lawannya.

“Benar jika saya menampilkan permainan bagus melawannya sepanjang karier
saya. Tapi, saya juga yakin ia melakukan permainan yang fantastis dalam
beberapa duel melawan saya.”

“Saya menampilkan permainan terbaik bukan karena Roger. Saya menampilkan
permainan terbaik karena saya memang ingin melakukannya,” tukas Nadal.

Groans and cries of Maria Sharapova Victoria Azarenka to criticism because they have reached the level interrupt. There is a supposition that groans issued two intentional, as part of the strategy.

Peter Terry, a professor of psychology at the University of Southern Queensland, said that the cries issued Sharapova, Azarenka and several other women tennis players are part of a strategy to play.

He denied that the groans that came out while hitting tennis balls is a natural response. The cry was called as part of an effort to distract the opponent.

“From the standpoint of the pelenguh, as it now exists, there is the claim that it is a habit that has always done. A natural response of breathing when they hit the ball hard and it does not harm anyone,” Terry explained.

“But from the perspective of people who are on the (field) are different, they think differently. It’s a distraction, it also covered the sound of ball hitting the racket and it’s important information,” he continued.

Screams or groans were excluded because there are strict rules that prohibit players noises that interfere with or intimidate opponents bertujuang. Thus Terry considers groans could be categorized as a fraud.

“It’s a form of intimidation and it is not in line when viewed from the rules because you are not allowed to interfere with an opponent with noise so in the end, I think it is a tactic.”

“The man was not screaming like Sharapova, for example. Desibelnya level is too high,” complete Terry quoted from ABCNews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s